"Kenapa namanya bukit
cinta?"
"Banyak yang pacaran di
sini," ujar driver kami saat menyusuri
jalanan panjang dengan pemandangan serba coklat kemanapun kami memandang.
Memang benar banyak muda-mudi
pacaran di Bukit Cinta, Lembata, Nusa Tenggara Timur. Namun kebanyakan dari
mereka hanya nongkrong di atas motor di sisi jalan.
"Kalau saya yang pacaran,
saya akan pilih tempat di situ," pikir saya sambil melihat area dengan
pemandangan perbukitan coklat yang diliputi rumput yang mengering di musim
panas.
Kami turun di salah satu sisi di
Bukit Cinta, tepat di depan area dimana taman kecil masih dalam pembangunan.
Namun saya justru lebih suka area yang masih tidak tersentuh bangunan sama
sekali, area perbukitan yang tampak tidak ada habisnya.
0 komentar:
Posting Komentar